Logo SantriDigital

tahun baru hijriyah

Ceramah
I
Indah Rachmawati
4 Mei 2026 4 menit baca 2 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْن، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن. أَمَّا بَعْدُ. إِنَّآ أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيمِ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Hadirin, hadirat rahimakumullah, para Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian yang semoga senantiasa dilimpahi rahmat dan keberkahan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang dengan limpahan karunia-Nya, pada malam yang berbahagia ini kita dapat berkumpul bersama dalam suasana ukhuwah Islamiyah di majelis yang penuh berkah ini. Tak lupa sholawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang senantiasa istiqamah mengikuti risalahnya hingga akhir zaman. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh panitia yang telah mengundang saya, dan terlebih kepada seluruh hadirin yang telah menyempatkan diri untuk hadir pada kesempatan yang mulia ini. Semoga kehadiran kita dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT. Hari ini, satu momen penting bagi kita sebagai umat Islam, yaitu menyambut datangnya Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1445 Hijriyah. Momen ini bukan sekadar pergantian angka di kalender, tapi lebih dari itu adalah sebuah refleksi diri, sebuah kesempatan untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri. Tahun baru Hijriyah mengingatkan kita pada peristiwa besar, yaitu hijrahnya Baginda Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa hijrah ini bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan sebuah lompatan besar dalam sejarah peradaban Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Anfal ayat 74: وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوا وَّنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ Artinya: "Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman serta menolong, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia." (QS. Al-Anfal: 74) Ayat ini menegaskan betapa agungnya nilai hijrah dalam Islam. Hijrah adalah simbol perjuangan, perubahan, dan pengorbanan demi meraih ridha Allah SWT. Para sahabat Nabi SAW berhijrah meninggalkan kampung halaman, harta benda, bahkan kerabat demi menegakkan kalimah tauhid. Subhanallah, pengorbanan mereka luar biasa. Dalam konteks kita hari ini, di desa kita tercinta ini, apa makna hijrah bagi kita? Hijrah dalam pengertian yang lebih luas adalah perubahan menuju kebaikan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ Artinya: "Orang yang berhijrah (sejati) adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang." (HR. Bukhari) Ini berarti, menyambut Tahun Baru Hijriyah ini, mari kita jadikan momentum untuk hijrah dari kebiasaan-kebiasaan buruk menuju perilaku yang lebih baik. Hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan. Hijrah dari kelalaian menuju kesadaran. Hijrah dari sifat tercela menuju akhlak mulia. Contoh sederhananya dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada tetangga yang membutuhkan pertolongan, janganlah kita berdiam diri. Berhijrah dari sikap acuh tak acuh menjadi sikap peduli. Jika ada kesempatan untuk memperbaiki diri, misalnya dengan mengikuti pengajian rutin di masjid kita ini, mari kita berhijrah dari kemalasan menjadi semangat untuk menuntut ilmu. Jika ada perselisihan di antara kita, mari kita berhijrah dari permusuhan menjadi perdamaian yang diridhai Allah. Imam Al-Ghazali rahimahullah pernah menjelaskan pentingnya muhasabah (introspeksi diri) setiap hari. Beliau berkata: "Sesungguhnya akal adalah sebaik-baiknya teman, dan akhlak yang baik adalah sebaik-baiknya bekal, dan ilmu adalah sebaik-baiknya petunjuk, dan kesabaran adalah sebaik-baiknya penolong. Sesungguhnya setiap pagi, badan ini akan meminta haknya kepada akal, dan akal akan menjawab, 'Apabila engkau melakukan kebaikan, maka aku akan bersamamu. Apabila engkau melakukan keburukan, maka aku akan meningalkanmu'." Oleh karena itu, Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian, mari kita jadikan Tahun Baru Hijriyah ini sebagai awal dari perubahan positif dalam hidup kita. Mari kita mulai dengan memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT, dengan meningkatkan ibadah kita, shalat kita, puasa kita, dan amal-amal shalih lainnya. Mari kita perbaiki hubungan kita dengan sesama manusia, dengan bertetangga yang baik, bersedekah, dan saling menolong. Janganlah kita menunda-nunda kebaikan. Janganlah kita tenggelam dalam kelalaian. Karena sebagaimana firman Allah SWT: وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ Artinya: "Dan kembalilah kamu sekalian kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu yang kemudian kamu tidak dapat ditolong." (QS. Az-Zumar: 54) Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukan hijrah yang hakiki, hijrah menuju keridhaan-Nya. Aamiin. Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Marilah kita bermuhasabah diri, dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di tahun yang baru ini. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →